LIRA dan MADAS Nusantara Desak Penegakan Hukum Dugaan Korupsi Dana Hibah di Jawa Timur

 
SURABAYA,- LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dan MADAS Nusantara (Madura Asli Nusantara) DPW Jawa Timur menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Jawa Timur pada Kamis (12/02/2026). Aksi ini berangkat dari kantor LIRA di Jalan Mayjend Songlomo dan diikuti oleh perwakilan DPD dari seluruh Jawa Timur. 
( 11 Februari 2026 )
 
Gubernur LIRA Jawa Timur, H. Samsudin, dalam orasinya menekankan pentingnya penegakan hukum terkait dugaan korupsi dana hibah yang melibatkan Gubernur Jawa Timur dan sejumlah anggota DPRD Jawa Timur. Ia menyoroti bahwa beberapa anggota dewan telah dipanggil oleh KPK, bahkan beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Perwakilan aksi damai dari LSM LIRA menyerahkan surat yang berisi kronologi dugaan korupsi dana hibah dari awal hingga saat ini. Surat tersebut sebelumnya telah dijelaskan di hadapan peserta aksi sebelum diserahkan kepada pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
 
Hasil audiensi dengan pihak terkait dinilai kurang memuaskan oleh H. Samsudin. Ia menjelaskan kepada peserta aksi bahwa pihak Pemprov Jawa Timur tidak dapat menunjukkan surat pencabutan terkait aturan atau surat edaran yang melarang diadakannya monitoring dana hibah, yang selama ini terkesan ditutup-tutupi.
 
Ketua DPW MADAS Nusantara Jawa Timur, H. Romlan, menjelaskan kepada awak media mengenai keikutsertaan anggotanya dalam aksi damai tersebut. Ia menegaskan bahwa meskipun MADAS Nusantara dan LSM LIRA berbeda organisasi, namun memiliki hubungan emosional yang sangat dekat. Hal ini dikarenakan Ketua Umum DPP MADAS Nusantara dan Presiden LIRA dipimpin oleh orang yang sama, yaitu H. Yusuf Risal SH. Oleh karena itu, H. Romlan menyatakan bahwa di mana ada LIRA, di situ pasti ada MADAS Nusantara.
 
Aksi damai ini bertujuan untuk mendesak pihak berwenang untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi dana hibah di Jawa Timur secara transparan dan akuntabel. LIRA dan MADAS Nusantara berharap agar penegakan hukum dapat dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu, demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
 
Selain itu, kedua organisasi masyarakat ini juga menuntut adanya transparansi dalam pengelolaan dana hibah di Jawa Timur. Mereka meminta agar masyarakat diberikan akses informasi yang luas mengenai penggunaan dana hibah, sehingga dapat dilakukan pengawasan bersama untuk mencegah terjadinya penyimpangan.
 
LIRA dan MADAS Nusantara juga berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka akan terus melakukan aksi-aksi serupa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh pihak berwenang. Kedua organisasi ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemerintahan dan melaporkan jika menemukan adanya indikasi korupsi atau penyimpangan lainnya.
 
Dengan adanya aksi damai ini, diharapkan dapat menjadi momentum bagi perbaikan tata kelola pemerintahan di Jawa Timur. LIRA dan MADAS Nusantara berharap agar pemerintah daerah dapat lebih terbuka dan akuntabel dalam mengelola anggaran, serta melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
 
Aksi damai ini berjalan dengan tertib dan aman. Para peserta aksi menyampaikan aspirasi mereka dengan damai dan tanpa melakukan tindakan anarkis. Pihak kepolisian juga turut mengamankan jalannya aksi damai tersebut.
 
LIRA dan MADAS Nusantara berharap agar aksi damai ini dapat didengar oleh pihak berwenang dan membawa perubahan positif bagi Jawa Timur. Kedua organisasi ini akan terus berjuang untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, demi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

(Muhlis/Haikal)
Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama