Dorong Normalisasi Rutin, Media Center Sampang Minta PUPR Serius Tangani Masalah Genangan Air


SAMPANG -- DTIKINFORMASI COM – Masalah klasik drainase dan genangan air di wilayah perkotaan Sampang menjadi bahasan hangat dalam audiensi antara Media Center Sampang (MCS) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang, Selasa (12/05/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mempertegas peran media sebagai pengawas kebijakan publik sekaligus penyambung lidah masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, pengurus MCS menyoroti urgensi pemeliharaan infrastruktur dasar. Sekretaris 2 MCS, Ibnu Humaidi, menekankan pentingnya normalisasi saluran drainase secara rutin, terutama di titik-titik rawan wilayah perkotaan.

"Kami mendorong adanya jadwal rutin normalisasi selokan. Jangan sampai tindakan baru diambil saat genangan sudah muncul. Ini soal pencegahan demi kenyamanan warga," tegas Ibnu.

Senada dengan hal itu, Ketua MCS, Fathor Rahman, S.Sos, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjadi mitra strategis yang kritis. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan media harus berpijak pada transparansi pembangunan.

"Media bukan hanya pembawa kritik, tapi juga pembawa solusi. Kami ingin memastikan aspirasi masyarakat sampai ke meja pengambil kebijakan agar pembangunan di Sampang tepat sasaran," ujar Fathor.

Menanggapi dorongan tersebut, Plt. Kepala Dinas PUPR Sampang, Siti Muatifah, memberikan apresiasi atas proaktifnya insan pers dalam mengawal isu infrastruktur. Ia mengakui bahwa informasi dari lapangan yang dibawa media sangat membantu dinas dalam memetakan prioritas kerja.

Adapun Poin-Poin Kesepakatan Audiensi, antaranya transparansi informasi, evaluasi drainase, dan Pelayanan publik
PUPR berkomitmen membuka ruang komunikasi yang lebih luas terkait proyek infrastruktur, dan Menjadikan penataan sistem drainase perkotaan sebagai atensi serius, khususnya menjelang musim penghujan, serta Meningkatkan respon terhadap keluhan warga mengenai jalan rusak dan fasilitas umum lainnya.(MCS)
Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama