Pedagang Pasar Mangga 2 Surabaya Warnai Kebersamaan di Momen Halalbihalal


Dtikinformasi.com - Surabaya // Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Halalbihalal yang digelar keluarga besar pedagang Pasar Mangga 2 Surabaya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca Hari Raya Idulfitri, tetapi juga berkembang menjadi forum strategis dalam membahas persoalan hukum serta keberlangsungan aktivitas pasar malam yang berdampak langsung pada perekonomian warga. Minggu (5/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, hadir kuasa hukum Pasar Mangga 2, Bung Taufik, yang memberikan konsultasi dan pemahaman hukum kepada para pedagang. Diskusi berlangsung interaktif, di mana para pedagang menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari pengelolaan pasar hingga perlindungan hak-hak mereka sebagai pelaku usaha.

Ketua paguyuban pasar, Moch. Suwarno, menegaskan bahwa momentum Halalbihalal harus dimanfaatkan untuk memperkuat kekompakan dan solidaritas antar pedagang. Ia menilai, persatuan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan legalitas dan keberlangsungan usaha.

“Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat solidaritas, serta mencari solusi bersama demi masa depan pedagang yang lebih baik,” ujarnya.

Tak hanya pedagang, kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat dan perwakilan warga, termasuk dari wilayah RW 5 dan RW 11. Dalam forum tersebut, warga menyampaikan bahwa keberadaan pasar malam memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Salah satu perwakilan warga RW 5 mengungkapkan bahwa aktivitas pasar malam telah membuka peluang penghasilan bagi banyak pihak, mulai dari pedagang, pemilik kos, hingga petugas parkir. Tercatat sekitar 32 petugas parkir terlibat secara bergiliran, sehingga manfaat ekonomi dirasakan secara luas.

“Alhamdulillah, dampaknya sangat terasa. Banyak warga yang terbantu, dan ini menjadi sumber penghidupan bagi kami,” ungkapnya.

Sinergi antarwilayah pun terlihat kuat, dengan keterlibatan karang taruna dari RW 5 dan RW 11 yang siap mendukung kegiatan di lapangan. Semangat gotong royong ini dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan pasar malam.

Namun demikian, warga dan pedagang juga menyampaikan harapan agar pemerintah segera memberikan kepastian terkait legalitas pasar malam tersebut. Mereka menginginkan kejelasan hukum agar aktivitas yang telah berjalan dan memberikan manfaat besar ini tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain itu, muncul kekhawatiran terkait kemungkinan relokasi. Warga secara tegas menyatakan keberatan apabila pasar malam dipindahkan, mengingat dampak ekonomi yang sudah dirasakan cukup besar.

“Kami berharap tidak ada pemindahan. Jika sampai terjadi, tentu kami keberatan karena ini menyangkut penghidupan banyak warga,” tegasnya.

Warga juga menyatakan kesiapan untuk mendukung proses administrasi maupun legalitas yang diperlukan, serta berharap adanya komunikasi yang baik antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat.

Kegiatan Halalbihalal ini pun menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menjelma sebagai momentum penting untuk menyatukan aspirasi, memperkuat solidaritas, serta mendorong terciptanya solusi bersama demi keberlangsungan usaha dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Pasar Mangga 2 Surabaya.


Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama