Warga Bangkalan Geger, Samari Ditemukan Tewas dengan Luka Mengerikan, Keluarga Curigai Pembunuhan Maret 30, 2026

Bangkalan – DTIKINFORMASI COM - Warga Kabupaten Bangkalan digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria bernama Samari alias Pak Um (57), yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di pinggir jalan, Desa Karanggen Barat, Kampung Matanak, Kecamatan Tanah Merah, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.


Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial (D) saat sedang merumput di lokasi kejadian. Saat ditemukan, Samari sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka yang dinilai tidak wajar.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam, di antaranya pada bagian leher, telinga, serta luka di bagian pinggang. Kondisi tersebut memicu dugaan kuat dari pihak keluarga bahwa kematian korban bukanlah akibat kecelakaan biasa.

Sebelumnya sempat beredar informasi bahwa korban meninggal dunia karena terjatuh saat merumput dan terkena clurit. Namun, pihak keluarga menolak penjelasan tersebut karena luka yang dialami korban dinilai terlalu parah dan tidak masuk akal jika hanya disebabkan kecelakaan.
 
Kasus ini kini telah ditangani oleh Polres Bangkalan dan masih menunggu hasil proses otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Ketua Madas DPK Blega, Rahmadi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Iya, kami dari Madas Nusantara bersama Ketua DPD Kabupaten Bangkalan melalui tim hukum akan mengawal kasus ini sampai ke pengadilan,” ujar Rahmadi saat dikonfirmasi awak media.

Menurut Rahmadi, keluarga korban memiliki alasan kuat untuk mencurigai adanya unsur pembunuhan. Ia mengungkapkan bahwa beberapa waktu sebelum kejadian, korban sempat menyampaikan pesan kepada kakaknya berinisial (S).
 
“Korban sempat berpesan kepada saudaranya terkait adanya masalah dengan seseorang berinisial (A),” jelasnya.
 
Kecurigaan semakin menguat setelah ditemukan sejumlah kejanggalan, termasuk posisi tubuh korban saat ditemukan yang dinilai tidak sesuai dengan dugaan kecelakaan.

Selain itu, terdapat luka di bagian punggung korban yang menambah tanda tanya.

Pihak keluarga juga menyoroti proses pemakaman yang berlangsung sangat cepat. Hal tersebut membuat keluarga merasa terpukul dan mempertanyakan penyebab kematian korban.

“Saya sempat melarang untuk dimakamkan karena menunggu keluarga yang lain belum datang, namun pihak desa menyampaikan bahwa ini murni musibah,” ungkap (S).

Meski sempat menolak, keluarga akhirnya mengikuti keputusan tersebut setelah mendapat penegasan dari pihak kepala desa.
 
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Samari.

Keluarga berharap kasus ini dapat terungkap secara terang dan pelaku, jika terbukti ada unsur pidana, dapat segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

(Sal .Somad)
Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama