Sampang-|| - DTIKINFORMASI COM - Suasana penuh khidmat dan kehangatan menyelimuti pelaksanaan acara Pengukuhan Ketua Umum MADAS (Madura Asli Anak Daerah Anak Serumpun) yang berbarengan dengan momen Halalbihalal. Acara ini menjadi wadah pertemuan yang bermakna, di mana ikatan persaudaraan dipererat dan nilai-nilai kebersamaan dihidupkan kembali di tengah dinamika zaman.
Keberadaan acara tersebut semakin mendapatkan perhatian dan penghormatan atas kehadiran Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, secara langsung. Kehadiran beliau bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemersatu dan pelestarian nilai-nilai luhur yang diusung oleh komunitas masyarakat Madura.
Dalam amanat yang disampaikannya, Bupati Slamet Junaidi menekankan esensi dari sebuah kebersamaan. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga keharmonisan, menghindari perpecahan, serta terus bergerak maju menuju kemajuan yang berkelanjutan dan beradab.
Organisasi MADAS sendiri hadir dengan mandat yang jelas, yakni menjadi benteng pelestarian budaya dan tradisi khas Madura. Lebih dari sekadar perkumpulan, MADAS berfungsi sebagai sarana untuk memperkokoh solidaritas sosial yang telah terjalin turun-temurun di tengah masyarakat.
Antusiasme yang tinggi terlihat dari hadirnya berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, hingga ratusan anggota yang datang dari berbagai wilayah. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa semangat ke-Madura-an masih sangat kuat dan hidup di dada setiap individu.
Dipimpin oleh H. Toha selaku Ketua Umum yang baru dikukuhkan, MADAS membawa visi untuk kembali kepada akar budaya dan mempertegas jati diri. H. Toha menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan, menghindari friksi internal, serta mengajak seluruh komponen untuk terus berkembang dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Visi besar organisasi ini pun dirumuskan untuk menjadi wadah tunggal yang representatif bagi suku Madura, baik dalam dimensi sosial maupun politik, serta berperan aktif dalam kontrol sosial yang konstruktif. Tujuannya adalah agar suara dan aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan teratur dan terarah.
Namun, perjalanan menuju konsolidasi ini tidak terlepas dari berbagai dinamika dan tantangan. Isu terkait dugaan penggunaan gelar akademik yang melibatkan pimpinan organisasi hingga pelaporan yang dilakukan oleh LBH MADAS menjadi catatan penting yang menyertai proses pengukuhan ini.
Selain itu, kompleksitas organisasi juga terlihat dengan adanya berbagai faksi yang mengatasnamakan MADAS, seperti MADAS Nusantara dan MADAS Anak Serumpun, yang berpotensi menimbulkan kerancuan identitas di tengah publik. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kepengurusan untuk menyatukan persepsi dan tujuan.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris MADAS DPD Jawa Timur, I Gede Ardika, memberikan klarifikasi tegas. Ia menegaskan bahwa hanya ada satu MADAS yang sah dan legal, yang telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) secara resmi, demi menjaga nama baik dan keabsahan organisasi di mata hukum dan masyarakat.
(Saladin)
dibaca
Posting Komentar