SURABAYA-|| Kota Surabaya khususnya wilayah Kapas Madya yang masuk dalam yurisdiksi Polsek Tambaksari, Polrestabes Surabaya, menghadapi peningkatan kasus pencurian sepeda motor. Meskipun kondisi ekonomi masyarakat tergolong sulit, pelaku tetap leluasa melancarkan aksinya dan dalam banyak kasus tertangkap kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di berbagai titik lokasi.
Salah satu insiden yang mencolok terjadi di kawasan Kapas Madya 4F, dimana aksi pencurian sebuah sepeda motor Honda Vario yang terparkir di depan musholla berhasil terekam secara jelas oleh perangkat CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejadian.
Dari rekaman visual yang diperoleh, terlihat jelas pelaku berpura-pura mengikuti ibadah sholat subuh bersama jamaah lainnya di dalam musholla. Setelah memastikan situasi di sekitar lokasi menjadi sepi dan dinilai aman untuk bertindak, pelaku kemudian keluar dari musholla dan langsung menuju arah kendaraan yang menjadi targetnya.
Meskipun sepeda motor korban telah dikunci stang, hal tersebut tidak menghalangi pelaku untuk merebut kendaraan tersebut. Pelaku menggunakan alat bantu berupa kunci T untuk merusak sistem kontak kendaraan, sehingga mampu dengan cepat mengendalikan dan membawa kabur motor tersebut.
Kejadian pencurian ini terjadi pada hari Kamis (26/02) sekitar pukul 04.29 WIB. Dari rekaman CCTV juga teridentifikasi ciri khas pelaku, antara lain menggunakan peci, kaos bergambar warna putih dan hitam, serta mengenakan sarung pada bagian bawah tubuhnya.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi warga sekitar dan masyarakat umum di Kota Surabaya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam memarkirkan kendaraan. Disarankan agar pengguna kendaraan tidak hanya mengandalkan kunci standar, namun juga menambahkan kunci cadangan berupa gembok cakram sebagai langkah antisipasi yang efektif.
Diharapkan dengan adanya bukti visual dari CCTV dan upaya penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, pelaku dapat segera diidentifikasi dan ditangkap. Masyarakat berhak tinggal dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga perlu kerja sama sinergis antara aparatur penegak hukum dan masyarakat untuk menekan angka kejahatan di wilayah ini.
Samjaya
dibaca
Posting Komentar