Surabaya-|| Di tanah Kedinding yang penuh berkah, di Surabaya yang gemilang berdiri,
Berkibar semangat cinta kasih, menjaga keharmonisan yang suci tak tergoyahkan.
Ormas Madas Nusantara, dengan DPD dan DPK yang satu dalam tujuan,
Bersama Tim Brikrom Jatim, menyusun benteng keamanan yang kokoh dan mulia.(24-01-2026)
Di "Acara Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW dan Haul Akbar di PP ASALAFI AL FITRAH di ke dinding pun datang menghiasi.
Ribuan jamaah berkumpul dengan khidmat dan penuh rasa hormat,
Menjadikan momen ini teladan kolaborasi yang menginspirasi bangsa.
Dalam harmoni yang terjalin erat antara ormas madas nusantara dan aparat keamanan,
Terdapat sinergi yang indah, dan menyatu dalam sanjungan.
Ratusan personel terlatih Madas Nusantara menggerakkan langkah yang terarah,
Dari pengawalan tamu kehormatan hingga mengatur aliran lalu lintas dengan cermat.
Tim Brikrom Jatim hadir dengan dukungan logistik yang tak ternilai harganya,
Memastikan setiap sudut lokasi bebas dari celah yang bisa mengganggu kesakralannya.
Maulidurrasul SAW, momentum suci yang mengenang perjalanan Nabi kita yang mulia,
Yang membawa Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta.
"Pengamanan ini bukan sekadar kewajiban yang harus ditekankan,
Melainkan jihad fi sabilillah, untuk melindungi ibadah umat yang tercinta.
Kita menjaga citra Surabaya sebagai kota yang penuh dengan toleransi,
Sebagai bukti cinta kita kepada tanah air dan sesama insan yang bernilai."
Masjid PP.ASALAFI Al Fitrah Kedinding menjadi pusat dari momen yang penuh berkah ini,
Tempat dzikir dan doa mengalir, serta ingatan akan persatuan yang abadi.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang dan berubah,
Acara ini menjadi pijakan kuat untuk menjaga tali silaturahmi yang tak terputus.
Keberhasilan pengamanan ini mempertegas komitmen Madas Nusantara yang bulat,
Sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas Jawa Timur yang kita cintai.
Seperti akhir syair yang meninggalkan kesan mendalam di hati setiap insan,
Momen ini menjadi bukti bahwa persatuan adalah kunci kemajuan yang abadi dan kekal.
( Muhlis/Husnan )
dibaca
Posting Komentar